RSS
email

Jumat, 13 November 2009

Windows 7

Jakarta - Kisah sukses yang diraih Windows 7 sejauh ini rupanya tak terlalu mulus. Kabar miring mulai menghantam. Salah satunya dikatakan, pengembangan Windows 7 terinspirasi dari Mac OS besutan Apple.

Ironisnya, ihwal kehadiran sentimen minor ini ditiupkan oleh karyawan Microsoft sendiri. Dia adalah Simon Aldous yang menjabat karyawan setingkat manajer di perusahaan milik Bill Gates itu.

Dalam sebuah wawancara dengan PCR, publisis perdagangan asal Inggris, Aldous melontarkan pernyataan yang dijamin bakal membuat para bos-bos Microsoft murka.

Di awal pernyataannya, Alodous mengatakan bahwa seringkali pengguna komputer menertawakan 'kehebatan' dan 'kemudahan cara penggunaan' dari OS yang dibuat Apple.

Tak sampai di situ kemudian ia berkata, "Apa yang telah kami (Microsoft-red.) coba lakukan dengan Windows 7, entah itu dengan format tradisional atau dalam format sentuhan, adalah untuk menciptakan tampilan OS Mac dan bisa dirasakan dari segi grafis," selorohnya.

Jelas, pernyataan kontroversial tersebut menyulut rasa keingintahuan yang lebih dalam dari sang pewawancara. Di kepalanya muncul pemikiran, apakah Windows 7 merupakan hasil kreasi nyontek dari Mac OS?.

"Jadi Anda (microsoft-red.) telah mengambil gaya platform Mac dan dibangun di atas fondasi yang lebih kuat dari Vista," cecarnya lebih lanjut, dikutip detikINET dari PC World, Jumat (13/11/2009).

Mendengar karyawannya keceplosan seperti itu, Microsoft dengan langkah seribu langsung membuat klarifikasi untuk menghadang laju berita kontroversial tersebut berhembus lebih liar. 

Dalam klarifikasi yang dituliskan di blog Microsoft kurang dari 24 jam setelah berita dari PCR muncul, juru bicara Microsoft mengatakan bahwa pernyataan dari Aldous tidak mewakili perusahaan dan tidak benar.

"Sayangnya, informasi ini datang dari karyawan Microsoft yang tidak terlibat dalam semua aspek pengembangan Windows 7," tulisnya.
Sumber:www.detiknet.com

Kamis, 12 November 2009

Bekasi Online

BEKASI--MI: Seluruh kecamatan di Kota Bekasi akan tersambung secara online pada 2009 sehingga memudahkan pelayanan kepada masyarakat seperti pembuatan KTP bisa dilakukan di kantor kecamatan.

Kepala bagian Telematika Setda kota Bekasi Nellyana Koesman di Bekasi, Sabtu (18/4), mengatakan, kini baru tiga kecamatan yang sudah online yaitu Bekasi Barat, Jati Sampurna, dan Pondok Gede. Sementara, sembilan kecamatan lagi paling lambat akhir tahun sudah tersambung.

Mei 2009 akan diumumkan di media waktu tendernya. Pada 2009, semua pekerjaannya sudah bisa diselesaikan, ujarnya. Untuk data kependudukan, sembilan kecamatan yang warganya ingin membuat atau memperpanjang KTP harus disambungkan ke server di kantor kependudukan dan catatan sipil sehingga proses pengerjaan agak lambat.

Adanya jaringan online juga memudahkan walikota dalam memantau kegiatan kependudukan di kecamatan dan kelurahan serta pelayanan publik lainnya. Aparat bagian telematika telah membuatkan server induk. Untuk keperluan online, hanya tinggal menyambungnya saja.

Kita juga akan manfaatkan jaringan online untuk keperluan sistem informasi manajemen daerah serta aplikasi program internet untuk memudahkan komunikasi, ujarnya.(Ant/OL-04)


Sumber:www. mediaindonesia.com
            www.e-majalah.com

Guru Kesulitan Menggunakan Sofware Pendidikan

  Pembelajaran dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi terus dikembangkan di sekolah-sekolah. Namun, minimnya pelatihan yang berkelanjutan kepada guru-guru mengakibatkan pemanfaatan sarana software pendidikan yang disediakan pemerintah tidak maksimal.

Salah satu kesulitan yang dirasakan guru yakni pemanfaatan software pendidikan jenis virtual laboratorium untuk siswa SMP yang merupakan produk luar negeri. Sejak dibagikan ke ratusan SMP pada tahun lalu, pemanfaatan CD pembelajaran virtual lab di sekolah belum maksimal.

Agak susah untuk paham pengoperasiannya karena banyak tombol yang mesti dipahami fungsinya jika hendak memakai software itu. Pelatihan untuk guru cuma dua hari, padahal programnya cukup rumit. Selain itu, fasilitas multimedia di sekolah juga terbatas, kata Etin, guru SMP di Jakarta, Selasa (28/4).

Tender diprotes

Meskipun aplikasi di lapangan untuk software virtual laboratorium masih belum maksimal, pemerintah kembali memprogramkan penggadaan CD software pembelajaran Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika, tingkat SMP pada tahun ini. Pengadaan paket CD software pembelajaran tersebut menyerap anggaran negara sekitar Rp 15 miliar.

Namun, proses tender CD software pembelajaran tingkat SMP itu diprotes sejumlah perusahaan software dalam negeri yang mendaftarkan diri. Pasalnya, spesifikasi yang ditetapkan panitia dinilai mengacu kepada produk software asing yang sudah didistribusikan di Indonesia.

Sejumlah peserta tender yang melayangkan surat protes kepada Menteri Pendidikan Nasional yang ditembuskan juga antara lain ke Presiden RI mempertanyakan komitmen pemerintah dalam pengadaan jasa/barang yang seharusnya memprioritaskan produk dalam negeri, sesuai Instruksi Presiden RI Nomor 2 Tahun 2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Mereka menilai persyaratan yang ditetapkan menutup peluang perusahaan software edukasi di Indonesia, tetapi secara jelas mengacu ke produk asing.

Hary Sudiyono, Koordinator Paguyuban Pengembang Software Edukasi, mengatakan, software virtual laboratorium sebenarnya bagus, tetapi belum cocok jika dipakai untuk siswa SMP. Yang penting untuk siswa SMP itu penguasaan konsep-konsep sains terlebih dahulu.

Jika pun software pendidikan yang mau dipakai produk asing, perlu ada akreditasi soal produk itu dari Depdiknas. Tidak bisa serta-merta hanya karena ada terjemahan Indonesianya, materi itu langsung cocok untuk siswa kita. Soal akreditasi itu memang harus jadi syarat, kata Hary.
Sumber: edukasi.kompas.com
             e-majalah.com

Dibalik pesona linux

SEORANG teman bercerita telah mencoba salah satu sistem operasi berbasis Linux. Ia tertarik mencoba karena jenuh terhadap sistem operasi komputer yang sudah ada. Namun, sejak saat itu ia juga mengaku kapok dan tidak akan mencoba Linux lagi. Alasannya praktis, karena Linux ketika itu masih sangat rumit digunakan.
Namun, itu terjadi beberapa waktu lalu saat Linux masih sebatas baris perintah. Kini Linux telah berubah, menjadi lebih canggih, relatif mudah digunakan, dan memiliki tampilan cantik.

Di kalangan pengguna komputer, kemudahan penggunaan Linux ketimbang sistem operasi lain seperti Windows atau Macintosh memang masih menjadi perdebatan. Namun harus diakui, sistem operasi Linux saat ini sudah jauh lebih mudah ketimbang Linux generasi sebelumnya.

Sistem operasi bermaskot penguin itu telah menggunakan graphical user interface (GUI) yang lebih praktis. Kita tinggal memilih menggunakan tampilan ala GNOME, KDE, atau Xfce. Ketiganya juga sudah mendukung tampilan tiga dimensi yang manis.

Hadirnya amunisi-amunisi baru Linux seperti Linux untuk netbook, instalasi lewat flashdisk, Linux Portabel, dan Linux LiveCD dan LiveUSB menunjukkan perkembangan Linux yang signifikan. Ketersediaan Wubi Installer juga turut memudahkan pengguna Windows memasang dan membuang Linux seperti memasang dan membuang aplikasi biasa.

Anda yang membutuhkan waktu beralih ke Linux juga difasilitasi dengan perangkat Lunak cuma-cuma bernama Wine (Winehq.org). Dengan Wine, kita tetap bisa menggunakan semua perangkat lunak berbasis Windows dalam sistem operasi Linux.

Perbedaan utama Linux dengan sistem operasi lain terletak pada kernel dan komponen-komponennya yang bebas dan terbuka. Kernel semacam perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.

Keluarga Linux

Sistem operasi Linux memiliki banyak kerabat. Kerabat-kerabat dalam Linux dikenal dengan istilah distro. Hingga saat ini ratusan distro Linux bisa kita dapatkan secara gratis. Tapi sayang, karena pilihan yang terlalu banyak itu, para pengguna justru sering dibuat bingung.

Menurut catatan Distrowatch.com distro Linux yang paling populer pada 2008 lalu adalah Ubuntu (termasuk Kubuntu, Xubuntu, dan Edubuntu), Opensuse, Mandriva, dan PCLinuxOS.

Ada pula distro Linux yang mengabdikan diri terhadap dunia pendidikan, yakni Edubuntu (Edubuntu.org). Generasi Linux terbaru yang kita kenal saat ini antara lain Mandriva 2009, OpenSuse 11.1, dan Ubuntu 9.04.

Perkembangan generasi Linux sangat cepat jika dibandingkan dengan sistem operasi lain, rata-rata berganti setiap enam bulan sekali. Kita juga tidak perlu repot melakukan instal ulang untuk berganti dari generasi lama ke generasi terbaru. Kita tinggal menekan tombol upgrade dan proses akan selesai.

Mesin virtual

Salah satu faktor yang mempersulit penetrasi penggunaan Linux ialah keraguan para pengguna komputer untuk melepaskan sistem operasi yang sudah ada. Untuk menepis keraguan itu, kita bisa menjajal teknologi mesin virtual. Dengan teknologi tersebut, Linux bisa kita gunakan di atas Windows yang sedang berjalan layaknya menonton televisi. Bahkan kita bisa langsung menggunakan Linux di atas Windows.

Virtualisasi bisa kita lakukan menggunakan perangkat lunak milik Sun Microsystem, yakni Sun xVM Virtualbox. Kita bisa mengunduhnya di situs Sun.com. Sebelum menjajal mesin virtual, kita tetap mesti mengunduh CD ISO Linux di situs distro masing-masing. Dengan mesin virtual, kita bisa menjajal puluhan distro Linux tanpa menjalani proses instalasi sama sekali.

Internet cepat

Linux konon menawarkan sensasi berinternet dengan kecepatan lebih baik jika dibandingkan dengan sistem operasi lain. Hal tersebut sangat terasa ketika kita mengunduh data. Linux juga relatif aman dari serangan virus dari dunia maya karena menggunakan sistem file dan kernel yang berbeda dengan sistem operasi lain.

Dengan Linux, kita juga tidak perlu membeli perangkat lunak tambahan karena semua sudah tersedia dalam satu paket. Misalnya, untuk mengetik kita tidak perlu membeli aplikasi perkantoran karena telah ada Open Office. Demikian pula perangkat lunak untuk chatting, browsing, dan sebagainya bisa langsung kita gunakan dalam sistem operasi tersebut. Semuanya bisa kita peroleh secara cuma-cuma. Alhasil, kita tidak perlu lagi menggunakan perangkat lunak bajakan.

Linux juga tidak bergantung kepada vendor (vendor independence) karena dikendalikan oleh pengembang dan komunitas pengguna. Karena tidak bergantung pada vendor, Linux juga memiliki kelemahan. Beberapa pabrikan perangkat keras masih ada yang anti-Linux. Tidak mengherankan jika beberapa perangkat keras masih enggan bekerja maksimal di Linux.

Di Indonesia, ketertarikan masyarakat terhadap Linux terbukti menguat. Hal itu bisa dilihat dengan maraknya komunitas pengguna Linux Indonesia seperti yang bisa kita lihat di Linux.or.id, Opensuse.or.id, Mandriva-user.or.id, Ubuntu-id.org, dan UbuntuLinux.or.id. (OL-5)

Sumber: www.mediaindonesia.com
              www.e-majalah.com

Open source terancam molor

Open source di pemda terancam molor


JAKARTA (Bisnis.com): Program pemerintah pusat mewajibkan penggunaan peranti lunak berbasis open source (sumber terbuka) di suluruh instansi pemerintah (pusat dan daerah) terancam molor. Onno W. Purbo, Pakar Telematika dan penggiat open source,� mengatakan pada setiap pertemuan instansi, dari pemerintah daerah mengatakan mereka sangat mendukung dan sudah menggunakan software open source, namun kenyataannya sebaliknya. Ketika dilakukan peninjauan langsung ke lapangan, tidak sedikit instansi pemerintah daerah di Pulau Jawa yang mengaku sudah menggunakan software open source ternyata masih menggunakan sistem operasi dari vendor tertentu, ujarnya di sela-sela pembukaan GCOS di Sangri-La Hotel Jakarta, hari ini. Program menggalakkan penggunaan software open source di instansi pemerintahan memiliki beberapa tujuan, salah satunya menekan penggunaan produk bajakan. Sistem operasi Windows keluaran Microsoft merupakan software yang paling banyak di bajak dan digunakan oleh masyarakat Indonesia, salah satunya di kantor instansi pemerintah pusat maupun daerah. Penggunaan piranti lunak berbasis open source juga diharapkan bisa meningkatkan pangsa industri kreatif di Indonesia dan menumbuhkan iklim usaha telematika.
Menjadi pengusaha open source tidak memerlukan modal besar seperti manufaktur. Pasar open source perlu diperbesar untuk meningkatkan peluang usaha, ujar Lolly Amalia Abdullah, Direktur Direktorat Telematika dan Aplikasi Departeman Komunikasi dan Informatika. Lolly mengakui masih banyak instansi pemerintah khususnya di daerah yang belum menyadari pentingnya hal ini. Namun pihaknya optimistis penerapan open source di pemerintahan tidak akan molor. Masih ada dua tahun untuk meningkatkan edukasi, tambahnya. (sut)

Sumber : www. Bisnis.Com.
              www.e-majalah.com
 
Submit your website to 20 Search Engines - FREE with ineedhits!

Friends