RSS
email

Kamis, 10 Juni 2010

Zionis Akui Cegah Makanan Masuk Jalur Gaza

Nazaret – Infopalestina: Sumber-sumber keamanan tingkat tinggi Zionis Israel mengakui pihaknya mencegah masuknya makanan ke Jalur Gaza, yang sudah diblokade selama 4 tahun berturut-turut. Israel berdalih langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menekan Gerakan Perlawanan Islam Hamas. Sumber ini menampik adanya langkah Israel merubah kebijakannya melarang masuknya bahan makanan ke Jalur Gaza.
Radio Israel hari Rabu (9/6) mengutip dari sumber-sumber keamanan yang mengatakan, “Tidak ada perubahan apapun pada kebijakan khusus masuknya bahan makanan ke Jalur Gaza menyusul peristiwa penyitaan konvoi armada kebebasan dan tekanan internasional terhadap Israel untuk membuka pelintasan-pelintasan dan mencabut blokade.”
Sumber ini mengakui bahwa penerapan pembatasan terahdap daftar bahan makanan yang masuk ke Jalur Gaza merupakan langkah untuk menekan gerakan Hamas. Dalam pada itu sumber militer Zionis Israel mengatakan tidak memahami logika dibalik larangan masuknya bahan makanan seperti kue, manisan, soda, dan berbagai jenis manisan masuk ke Jalur Gaza. (asw)
http://www.infopalestina.com

850 Ribu Warga Palestina Ditawan Zionis Israel

 
Gaza – Infopalestina: Menteri tawanan dan pembebasan pemerintah Palestina, Muhamamd Faraj Gul meminta masyarakat internasional mendesak Zionis agar membebaskan tawanan Palestina dari penjara Israel. 
Gul menjelaskan hal ini saat menerima kunjungan delegasi Mesir, Rabu (9/6). Ia mengatakan, sejak tahun 1948 hingga saat ini, tak kurang 650 ribu warga Palestina sudah pernah masuk penjara Israel. Jika Nelson Mandela pernah mendekam dalam penjara selama 27 tahun, maka warga Palestina mendekam dalam penjara Israel selama 33 tahun. Seperti dialami, Nail Barghutsi.
Dalam kaitan ini, menteri Palestina menganggap sampainya anggota parlemen Mesir ke Gaza, salah satu upaya untuk menekan pemerintahnya agar membebaskan Gaza dari blokade secara permanen. Ia mengisyaratkan, konvoi penghapus blokade menunjukan adanya gerakan rakyat untuk membebaskan Gaza dari blokade zalim.
Di sisi lain, Adil Hamid, anggota parlemen Mesir menegaskan solidaritasnya terhadap rakyat Palestina dan para syuhada. Ia menjelaskan, sejumlah negara Arab terpasung dengan keputusan negara-negara Arab. (asy)
http://www.infopalestina.com

Hamas Kecam Penerapan Sangsi Atas Iran

Damaskus – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengecam keras keputusan DK PBB yang menerapkan sanksi baru atas Iran. Hamas menilai itu sebagai model kebijakan standar ganda. Yang menghukum Iran karena program nulir damainya dan melindungi Zionis Israel yang memiliki arsenal senjata nuklir terbesar dan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina dan kawasan Arab. Dalam pernyataan yang dikeluarkan Biro Penerangan Gerakan di Damaskus, Rabu (9/6), Hamas mengatakan, “Kami menganggap keputusan ini sebagai alat Zionis untuk menghegemoni kawasan, mengharamkan hak negara-negara Arab dan Islam untuk mendapatkan pengetahuan dan energi nulkir damai.”

Hamas menambahkan bahwa keputusan DK PBB ini sebagai upaya untuk menutupi kejahatan yang dilakukan penjajah Zionis Israel yang terungkap hakikat terorismenya melalui blokade yang dilakukan terhadap rakyat Palestina dan aksi kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan, termasuk aksi terakhir pembajakan terhadap kapal armada kebebasan yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dan pembantaian terhadap para relawan yang ada di atasnya. (asw)

sumber:http://www.infopalestina.com
 
Submit your website to 20 Search Engines - FREE with ineedhits!

Friends